A W A K E !!! One in 700 people wake up during surgery.

Posted on October 25, 2008 by calcaneus09457.
Categories: Movies Lover.

The story focus on a man (Hayden Christiensen) who suffers “Anesthetic Awareness” (An occurrence where during surgery where not enough anesthetic medication for patient’s body weight), and finds himself awake and aware, but paralyzed during heart surgery. His wife (Jessica Alba) must wrestle with her own demons as a drama unfolds around them.

Film ini sangat menarik, membuat saya ingin mencari tahu dan berbagi sedikit pengetahuan yang saya peroleh setelah menontonnya \(^,^)/ Hari ini, pukul 02.30 WITA, setelah LPJ Caturwulan 1 TBM Calcaneus FK UNHAS, kami nonton bareng di Sekretariat BEM FK UNHAS, hitung-hitung bermalam minggu di kampus sambil bersiap-siap untuk acara Morning Cafe di Pantai Losari pagi harinya. Berbekal DVD bajakan, Labtop, Speaker, LCD, dan layar berupa dinding ruangan yang berwarna krem, ya namanya juga Mahasiswa, dengan fasilitas yang minim tapi usaha maksimal, hehehe… :p

A W A K E !!! Film yang dibintangi oleh Jessica Alba, Hayden Christensen, dan Terrence Howard. Merupakan sebuah cerita fiksi mengenai seorang pasien yang sedang sekarat dan menjalani transplantasi jantung, dimana sang pasien dalam keadaan yang sangat sadar dan sedang berada di atas meja operasi, tetapi tidak dapat bergerak ataupun berbicara selama obat bius dan alat bantu pernapasannya bekerja. Ia tidak dapat berteriak atau bergerak seinci pun, namun ia dapat merasakan setiap potongan atau pembedahan yang dilakukan.

Ini adalah sebuah skenario/cerita mengerikan yang sangat ekstrem, tetapi tidakkah kalian tahu bahwa hal ini mungkin saja terjadi?

Berdasarkan American Association of Anesthetists, kondisi seperti ini dikenal sebagai Anesthetic Awareness dan dapat terjadi pada 1 dari 1.000 pasien yang sedang mengalami operasi. Mereka mengatakan bahwa hal tersebut sangat jarang terjadi dan sangat tidak biasa. Kebanyakan pasien berpendapat bahwa hal tersebut bertentangan, dimana 1 dalam 1.000 tidak dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dikatakan jarang terjadi atau tidak biasa. Beberapa penelitian mengenai kejadian tersebut menemukan bahwa angka tertinggi adalah 2 dari 1.000.

Di Amerika Serikat, 21 juta pasien mengalami operasi setiap tahunnya. Berdasarkan angka tersebut, dapat dikatakan bahwa 20.000 sampai 40.000 orang dapat mengalami anesthetic awareness dalam setiap tahunnya.

Kejadian yang sangat sering terjadi, tidak semengerikan yang diceritakan dalam film Awake, sebab terdapat bermacam-macam level dari kesadaran tersebut. Dari 48 % kasus yang telah diteliti setelah kejadian/operasi, menggambarkan bahwa pasien dapat mendengar Dokter Bedahnya tetapi tidak merasakan nyeri sama sekali. Dan 48 % kasus juga menggambarkan bahwa pasien merasa mereka sangat sulit bernafas. Sedangkan 4 % yang lain menggambarkan bahwa mereka benar-benar terjaga dan dapat merasakan rasa nyeri selama operasi tersebut.

Kebanyakan orang yang selamat dari anesthetic awareness menderita depresi dan gangguan stress pasca trauma, dan kebanyakan tidak dapat sembuh kembali seperti semula.

Apa yang dapat menjadi penyebab dari Anesthetic Awareness ?

Dokter-Dokter belum yakin secara pasti mengenai penyebab-penyebab mengapa seseorang dapat terjaga/sadar selama operasi berlangsung, tetapi bisa saja didasarkan pada berbagai macam faktor, termasuk :

  • Kekurangan dari peralatan Rumah Sakit.
  • Human error - pemberian obat yang salah atau dosis obat yang kurang.
  • Hypersensitivity to drugs - sensitif yang berlebihan terhadap obat tertentu. Beberapa pasien dapat bereaksi dengan buruk terhadap obat bius yang diberikan meskipun sesuai dengan dosis, sehingga dapat meningkatkan resiko terjadinya anesthetic awareness.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang - kecanduan terhadap Heroin mengakibatkan tubuh resisten terhadap jumlah Morphine yang rendah, sehingga membutuhkan dosis yang lebih besar dari biasanya agar obat biusnya dapat membawa mereka ketahap tertidur.
  • Keadaan kegawatdaruratan trauma, misalnya korban kecelakaan mobil. Pasien-pasien seperti ini seringkali kehilangan jumlah darah yang banyak dan tidak tahan terhadap dosis obat bius yang besar. Sehingga dengan tujuan tertentu, Dokter Bedah memberikan dosis yang mungkin saja dapat mengakibatkan awareness/pasien terjaga.
  • Kegawatdaruratan operasi Caesar - sebagian besar dari Wanita yang mengalami kegawatdaruratan operasi caesarian sections memiliki pengalaman awareness, hal ini dikarenakan oleh beberapa Dokter Bedah tidak berani menggunakan obat bius yang begitu dalam.
  • Biasanya juga pasien sudah terjaga/terbangun sebelum operasi berakhir dikarenakan level sedasi/penenangnya tidak cukup.
  • Jantung pasien seringkali menjadi faktor pertimbangan yang paling besar terhadap awareness, dikarenakan oleh dosis obat bius yang begitu besar dapat menyebabkan gagal jantung.

Carol Weihrer, pendiri dari the Anesthetic Awareness Campaign, memiliki pengalaman pribadi awareness di tahun 1998.

“Sewaktu mata kanan saya sedang dioperasi dan dipindahkan, saya tidak mengalami mati rasa, tetapi cukup mendapat kelumpuhan dan secara total tidak dapat bergerak atau berkomunikasi dengan cara apapun, tetapi sepenuhnya terjaga/sadar dengan apa yang sedang terjadi. Saya berteriak dari dalam kepala saya dan benar-benar yakin bahwa saya sekarat” katanya.

Dia menyusun sebuah kampanye kurang lebih tiga bulan setelah ia mengalami cobaan tersebut. Sekarang ia telah terbebas dari penderitaan gangguan stress pasca trauma, serangan panik, tidak menyukai kerumunan orang banyak, dan susah tidur.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegahnya ?

  • Sesering mungkin mengkonsultasikan riwayat kesehatan anda kepada Dokter Bedah anda, termasuk riwayat mengkonsumsi Morphine.
  • Jika memungkinkan, mintalah menggunakan epidural anesthetics sehingga anda dapat terjaga dan memberitahukan Dokter Bedahnya jika ada yang terasa sakit, misalnya pada operasi Caesarian ketika akan melahirkan.
  • Jangan melakukan operasi tanpa alasan medis, seperti misalnya operasi kosmetik/kecantikan.
  • Tanyakan kepada Dokter Bedah anda, bisakah ia memonitor otak anda selama operasi berlangsung. Beberapa Rumah Sakit dapat melakukan perekaman gelombang otak pasien, dan ditujukan bila seseorang memiliki awareness, dan berdasarkan hasil penilitian menunjukkan bahwa dapat secara efektif mencegah anesthetic awareness. Jika Rumah Sakit anda tidak mampu memonitor anda, pertimbangkan untuk mencari Rumah Sakit lain.
  • Jika anda memperoleh obat bius melalui pernapasan, pastikan Rumah Sakit anda memiliki canisters yang mempunyai alarm untuk memberitahukan Dokter-Dokter anda ketika obat biusnya telah habis. Beberapa tidak memiliki sehingga dapat mengakibatkan anesthetic awareness terjadi kemudian.
  • Pastikan Perawat Anestesi anda memeriksa seluruh tetes-tetes cairan sehingga dapat mengalir lancar tanpa sumbatan, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kesalahan dalam asupan cairan IV (Intra Vena)/pembuluh darah.

Jika anda pernah menderita anesthetic awareness, tolong hubungi :

Carol Weihrer, President and Founder

Anesthesia Awareness Campaign, Inc.

1658 Parkcrest Circle 200

Reston, VA 20190-4946

e-mail: anesawareness@aol.com

Hello world!

Posted on by calcaneus09457.
Categories: Uncategorized.